Ayam Bakar Lumajang atau di kota asalnya lebih dikenal dengan nama AYAM COCO, adalahsalah satu ikon kuliner kehormatan hati masyarakat di propinsi Jawa Timur. Rasanya hhhhmm di antara sajian ayam yang buat saya langsung jatuh hati ketika kesatu kali membuat. Paduan antara asin, gurih dan pedas,.. nikmat dicicipi dengan nasi panas, lalapan mentah seraya mencocol bumbu yang menyelimuti ayam....hmmm mertua lewat dapat lupa kata orang Jawa ;-)
Ciri khas dari Ayam Bakar Lumajang ialah ayamnya tidak banyak dimemarkan atau ditusuk2 gunakan garpu (dicoco)dan digoreng dulu sebelum dihanguskan jadi ayam benar2 matang luar dalam. Selain tersebut bumbunya kental dengan wewangian terasi yang khas dan di situlah letak kenikmatannya. Jadi terasi hukumnya wajib. Bagi kamu yang tidak suka terasi, sayang sekali kamu harus melewatkan peluang makan ayam bakar enak ha ha :-). Bercanda lho...selera orang memang tak sama. Tapi terus cerah saya cinta terasi di manapun dan hingga kapanpun ;-)
Catatan: Dalam proses asli penciptaan Ayam Bakar Lumajang, ayam dihanguskan di atas bara api atau arang, tetapi sebab situasi dan situasi yang tidak memungkinkan untuk saya guna acara bakar2 masing-masing saat, jadi kali ini ayam saya panggang dengan oven. Rasanya tetap enak dan seperti kamu lihat di potret ayamnya pun ada noda hitam seperti dihanguskan di atas arang ;-). Bagi rekan2 dari Lumajang minta maaf atas keterbatasan di atas. Terima Kasih.
Bahan:
1 ekor/800 gr ayam yang masih muda (saya pakai separuh soalnya ayamnya besar sekali)
1 buah jeruk nipis
1 serai, ambil unsur yang putih, potong jadi 2, memarkan
2 iris/4 cmlengkuas, iris tipis atau memarkan
150 ml air
minyak gorengsecukupnya, guna menggoreng dan menumis
Bumbu Halus:
6 buah cabai merah
3 buah cabai rawit (tambah bila suka lebih pedas)
6 butir/60 grbawang merah
3 siung/9 grbawang putih
2 sdt ketumbar bubuk
1 sdt terasi
1.5 sdt garam atau cocok selera
Cara Membuat:
Potong2 ayam menjadi 4 bagian. Cuci bersih dan tiriskan. (Jika butuh keringkan dengan tissue dapur)
Pukul2 atau memarkan ayam dengan pemukul daging, tapi tidak boleh sampai hancur.
Lumuri ayam dengan air jeruk nipis sampai rata. Diamkan sekitar 30 menit sampai air jeruk meresap.
Sementara menantikan ayam, haluskan bahan bumbu dengan cobek atau blender sampai halus. Sisihkan.
(Jika butuh tambahkan tidak banyak minyak dlm blender untuk menolong proses penghancuran).
Goreng ayam dengan minyak panas sampai berwarna kekuningan dan berkulit namun tidak butuh digoreng hingga kering. Tiriskan.
Panaskan 3 sdm minyak saldo menggoreng, tumis bumbu halus bareng serai dan lengkuas. Aduk2 dan tumis sampai bumbu benar2 matang dan berbau harum (kurang lebih 5 menit)
Tuangkan air, masukkan ayam goreng. Masak sampai bumbu meresap dan mengental. Angkat dari api.
Bakar ayam berbumbu di atas bara api seraya dibolak-balik sampai matang dan berwarna kecoklatan.
Jika menggunakan oven: Pindahkan ayam ke dalam pyrex tahan panas, panggangayam dengan suhu 180°C selama tidak cukup lebih 25-30 menit hingga ayam berwarna kecoklatan.
Sajikan panas bareng nasi, lalapan mentah dan sambal (jika suka)

